Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Suka dengan konten Maringngerrang.com?
Jika kamu merasa terbantu dengan konten di blog ini, silakan dukung kami melalui Saweria.co/maringngerrang. Dukungan berharga dari kalian semua-lah yang membuat blog ini bisa tetap hadir di hadapan kamu. Terima kasih!

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Kapan terakhir kali kamu pulang ke rumah dalam keadaan kusut penuh lumpur dan keringat bekas bermain sepak bola bersama teman-teman di lapangan becek, atau sekadar habis main lompat tali dari karet gelang yang disambung-sambung? Masih ingat kapan terakhir kali kamu bela-belain bangun pagi-pagi hanya untuk nongkrong di depan TV menyaksikan rangkaian film kartun di Ahad pagi? Masih ingat siapa temanmu yang terakhir kali kamu bertengkar dengannya hanya untuk memperebutkan siapa yang jadi Ranger Merah atau siapa yang lebih mirip Cinderella? Kemungkinan besar kamu sudah lupa kapan terakhir kali momen-momen itu terjadi, tetapi satu yang pasti kenangan masa tersebut masih abadi hingga saat ini, kenangan masa-masa ingusan.

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Masa-masa ingusan sebenarnya bukan saat seseorang sedang beringus, tetapi itu menggambarkan masa kecil, masa dimana ingusan bukanlah soal penyakit, kadang ingus itu menyebar hampir di seluruh wajah dan tidak menjadi perkara. Masa yang dipenuhi kepolosan dan cenderung percaya dengan keunikan dunia, masa yang penuh rasa haus untuk berpetualang meski hanya sekadar ke kebun atau ke sawah. Masa dimana kecanggihan teknologi dan drama percintaan bocah masih belum ada. Selamat datang di nostalgia masa-masa ingusan, anak-anak generasi 90-an.

Harta, Tahta, dan Viennetta

Masa nostalgia yang akan dibahas di sini mungkin akan diawali dengan hal yang entah mau dibilang kurang mengenakkan tapi sebenarnya enak. Beberapa waktu silam, saat orang-orang masih sedang panik-paniknya tentang perkara Covid-19, warga Plus Enam Dua dihebohkan dengan viralnya sebuah makanan yang seolah datang dari masa lalu, mungkin kamu juga mengetahui tentang makanan yang memecah belah beberapa orang itu, Viennetta.

Sebenarnya yang membuat makanan berjenis Es Krim ini viral bukan karena dia adalah makanan yang awalnya hanya diproduksi sekitar akhir tahun 90-an, tetapi mendadak makanan ini jadi selebriti karena berhasil menjadi bahan rebutan dan memecah belah orang-orang yang sebenarnya terdengar aneh jika bertengkar hanya karena es krim, karena mereka bukanlah anak-anak ingusan yang akan rebutan ketika melihat eskrim, namun apa mau dikata begitulah faktanya.

Tapi mari kita kesampingkan dulu soal eskrim dan pertengkaran eskrim di dunia maya itu, yang menarik perhatian saya di sini justru adalah ternyata orang-orang yang dulunya menghabiskan masa kecil di sekitar akhir tahun 90-an hingga 2000-an, kebanyakan dari mereka merindukan masa-masa itu. Anak-anak yang dulunya jangankan beli eskrim seharga 50.000, bahkan untuk dapat uang jajan 5.000 rupiah saja adalah hal yang luar biasa. Dan kini ketika anak-anak tersebut sudah tumbuh dewasa, sudah mempunyai penghasilan sendiri, sayangnya ketika mereka sudah mampu membeli barang-barang yang dulunya mewah seperti itu, mereka tidak pernah bisa membeli "kenangannya".

Jika kamu termasuk anak 90-an (atau yang mengalami masa seperti anak 90-an) kamu pasti sadar bahwa saat ini kita sudah bisa membeli bola sepak meski sampai selusin sekalipun, tapi kita tidak akan pernah bisa membeli keseruan bermain sepak bola bersama teman-teman. Permainan dimana 2 kali 45 menit bukanlah penentu usainya permainan, tetapi hanya ditentukan oleh adzan maghrib. Maka dari itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan di tulisan ini mari kita sedikit memuaskan rasa kangen kepada masa-masa tersebut dengan melihat apa saja hal-hal yang ada di masa lalu dan bisa membuat kita senyum-senyum sendiri.

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Permainan & Hiburan Legendaris

Bagi kamu yang belum tahu seperti apa sebenarnya permainan anak-anak jaman dulu, pasti kamu tidak tahu bagaimana keseruan naik egrang tanpa terjatuh, tidak tau betapa menegangkannya dikejar-kejar dan dilempar dengan bola kasti (ada juga yang pakai sendal jepit), dan yang pasti kamu tidak tahu bagaimana serunya dunia tanpa gadget canggih dan media sosial, jauh dari drama kehidupan yang terlalu berlebihan.

Permainan anak kecil jaman dulu mungkin masih ada yang dilestarikan hingga saat ini, tetapi tidak sedikit diantaranya sudah mulai terlupakan dan jadi asing bahkan untuk anak kecil jaman sekarang. Tetapi hal itu wajar saja mengingat sebagian besar anak-anak sekarang lebih sering berhadapan dengan smartphone dibandingkan berhadapan dengan aktivitas bermain secara fisik.

# Lari dari kenyataan kejaran bola

Apa nama permainan ini di daerah mu? Peralatan yang digunakan adalah batu dan bola kasti (biasanya juga digunakan sendal kalau bola kasti tidak ada). Pemain dibentuk dalam dua tim dimana salah satu tim bertugas untuk jaga dan tim satunya menyerang. Pada awal permainan, tim penyerang akan diminta untuk meruntuhkan batu yang disusun dengan dilempar bola/sendal, jika berhasil maka tim tersebut harus menyusunnya kembali tanpa boleh terkena lemparan bola/sendal tersebut. Di sinilah kemampuan untuk berlari dan menghindar sangat diperlukan.

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

# Punya masalah dengan tinggi badan?

Inilah salah satu permainan yang mengingatkan saya bahwa kemampuan fisik anak kecil tidak bisa diremehkan. Permainan yang satu ini disebut egrang, di beberapa daerah namanya bisa berbeda-beda, seperti di daerah saya kebanyakan disebut "Longgak". Cara bermainnya yaitu berjalan dengan menjaga keseimbangan di atas dua batang bambu, bahasa sederhananya mengendarai tongkat bambu. Baru dibayangkan saja sudah kedengaran rumit, apalagi saat dicoba, tidak mudah untuk menjaga keseimbangan di atas tongkat bambu tersebut, dan banyak orang yang bahkan tidak bisa mengendarainya barang selangkah sekalipun.

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

# Hari ahad bukan hanya tentang libur

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Jauh berbeda dengan sekarang, dahulu hari ahad adalah hari paling menyenangkan untuk menonton televisi, saat-saat dimana televisi belum menyajikan tayangan-tayangan laknat kurang mendidik seperti sekarang. Pada tahun 2000an acara televisi pada ahad pagi menjadi surga bagi semua anak-anak di seluruh Indonesia, mulai jam 5 pagi bahkan hingga sore mereka tidak akan pernah bosan berada di depan TV, tidak sedikit yang harus diomeli karena tidak mandi seharian karena TV.

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Jangan bilang kalau generasi 90-an itu cengen dan manja, hampir sebagian besar anak-anak 90-an (dan mungkin sih sekarang juga, meski tidak sebanyak dulu) pernah merasakan betapa mengerikannya benda-benda seperti sapu, rotan, sendal jepit, hanger baju, dan lain-lain, apabila sudah dipegang oleh emak dalam keadaan kesal. Entah bagian tubuh mana yang akan merah setelah itu. Tetapi meskipun terdengar keras, tetapi hal-hal seperti itu cukup ampuh dalam mendidik, cukup mujarab menyembuhkan ke-bandel-an.

Sebelum tuyul digosipkan jadi peliharaan manusia, dulu tuyul digambarkan sebagai mahluk gaib yang bisa diajak berteman. Tuyul dalam sinetron Tuyul dan Mbak Yul adalah sosok yang cukup legendaris mengisi acara televisi di tahun 2000an, bukan cuma itu, meskipun sinetron jaman dulu kualitas gambarnya tidak lebih baik dari sekarang, tetapi bisa dibilang mempunyai kualitas cerita yang jauh lebih baik dibandingkan sinetron jaman sekarang, contoh lainnya adalah sinetron Keluarga Cemara, sinetron yang hingga saat ini bahkan lirik lagu soundtrack nya masih banyak yang hafal, hayo ngaku! Harta yang paling berharga adalah ....

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Apakah ada di antara logo stasiun TV di atas yang cukup familiar bagimu? Jika iya, maka seharusnya sekarang kamu sudah menikah. Berbeda dengan logo stasiun TV jaman sekarang yang sudah lebih keren dari logo jadul di atas, tetapi logo jadul tersebut meninggalkan cukup banyak kenangan menyenangkan bagi generasi 90-an. Setidaknya sebelum menayangkan berbagai acara-acara sampah membosankan seperti sekarang, statsiun TV tersebut pernah menghibur jutaan anak di seluruh Indonesia.

# Bahagia itu tidak perlu mahal

Jika kamu berpikir mainan dulu susah didapat, kamu mungkin belum pernah merasakan bagaimana sebuah ban motor bekas bisa menghasilkan kebahagiaan, mudah didapat dan tentunya low budget. Sudah tidak banyak anak kecil yang memainkan permainan ini, balapan dengan menggunakan ban bekas yang digerakkan pakai tongkat kayu. Jangan pernah mencoba menggunakan tangan, atau temanmu tidak ada yang mau jabat tangan denganmu.

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Adakah diantara kalian yang jago memutar gasing? Dari ujung Aceh hingga pedalaman Papua permainan ini ada, dan semuanya sama-sama diputar dijilat dan dicelupin. Gasing dari satu daerah ke daerah lain biasanya mempunyai bentuk yang beda-beda, bahkan kalau sudah mythic, gasingnya dikasih motif yang keren. Biasanya gasing dibuat dari bahan kayu dengan bentuk menyerupai kendi, diputar dengan tali yang dililit kemudian dilempar, yang paling terakhir berputar dia menang.

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Kebahagiaan saat itu tidak pernah diukur dari kecantikan fisik, jumlah followers, apalagi berapa banyak like di media sosial. Kebahagiaan bagi generasi 90-an saat itu jauh lebih sederhana, tidak perlu dengan urusan cinta-cintaan yang tidak masuk akal, cukup bisa main lompat tali dengan teman-teman atau punya tangan yang lincah melempar dan menangkap bola saja sudah bikin bahagia.

Sebelum Hoax Populer: Pamali

Sebelum media sosial berkembang seperti sekarang, hal yang menyerupai "hoax" sebenarnya sudah ada sejak dulu dan bahkan menyebar dengan skala nasional meski tanpa teknologi medsos, hanya saja konteksnya yang lebih sederhana dan tidak merugikan pihak manapun. Mungkin hal itu lebih cocok disebut mitos dibandingkan hoax. Dahulu bagi generasi 90-an, untuk mendapatkan sumber informasi yang lengkap adalah hal yang tidak mudah, internet belum ada, syukur kalau koleksi buku lengkap atau setidaknya ada perpustakaan yang memadai.

Hal itulah yang membuat dulu anak kecil lebih polos dan lebih mudah percaya dengan apa yang mereka lihat. Saya kadang bertanya-tanya sebenarnya siapa yang menyebarkan mitos tersebut kenapa bisa seragam hampir di seluruh Indonesia!?

Hutang darah ― Mitos ini mempunyai nama yang juga berbeda-beda di beberapa wilayah, tetapi pada dasarnya sama. Jika kamu berjalan dan melangkahi seseorang yang sedang berbaring, maka kamu akan menerima hutang darah, di daerah saya dikatakan bahwa orang yang dilangkahi konon akan cepat meninggal, dan untuk membayar hutang tersebut orang yang melangkahi harus dilangkahi pula atau jika tidak dia harus melangkahi dari sisi sebaliknya.

Obat mujarab untuk kebelet BAB ― Percaya atau tidak percaya dulu banyak orang yang menganggap bahwa batu kerikil bisa mencegah kebelet BAB, hanya dengan dikantongi. Jadi dulu ketika ada teman yang mengumpulkan batu kerikil, maka hanya ada 2 kemungkinan, dia mau perang atau sedang tidak menemukan toilet.

Meramal melalui tangan ― Mungkin di antara kalian ada yang pernah melihat bintik/garis putih yang biasanya muncul di tengah-tengah kuku jari tangan. Anak-anak 90-an dulu banyak yang percaya bahwa bintik atau garis tersebut bisa menunjukkan bahwa ada orang yang suka atau benci padamu. Jika letaknya dikanan artinya suka, kalau letaknya di kiri, maka tidak heran kalau dulu ada yang tiba-tiba bertanya, dosa apa lagi yang sudah kamu lakukan. Ada juga ramalan tentang berapa jumlah anak setelah dewasa hanya melalui telapak tangan, sunggu magic yang hanya generasi 90-an yang mengerti.

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Jangan pernah telan biji buah-buahan ― Inilah salah satu mitor yang bisa dibilang paling laris diantara sebagian besar mitor, berhasil membuat kebanyakan orang ketawa-ketawa sendiri kalau mengingat bahwa dia pernah percaya dengan mitos ini. Jadi dulu banyak anak kecil yang tidak berani menelan biji buah (apalagi kalau biji durian), karena takutnya akan tumbuh di dalam perut. Mungkin kalau mitos ini benar, sekarang sudah banyak produk minuman dengan bahan pupuk.

Nostalgia Masa-Masa Ingusan
Dulu uang ini sering jadi mainan, populer sekali.

Nostalgia Masa-Masa Ingusan
Jangan ngaku anak 90-an kalau tidak kenal mainan-mainan ini.

Nostalgia Masa-Masa Ingusan
Dulu pakaian menawan dan perabotan mewah bisa didapat dengan mudah.

Nostalgia Masa-Masa Ingusan
Kalo kamu tau benda-benda ini, masa kecil mu sangat legend

Nostalgia Masa-Masa Ingusan
Sebelum Avenger, dialah pahlawan umat manusia, Panji: Manusia Milenium

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Nostalgia Masa-Masa Ingusan

Dan beberapa hal di atas mungkin bisa membuat kamu sedikit bernostalgia tentang hal-hal kecil yang pernah dialami di masa kecil, tentang hal-hal berkenang yang mungkin tidak akan pernah terulang lagi. Meskipun masa-masa tersebut telah berlalu dan tak mungkin kembali, tetapi kita masih punya pilihan untuk membangkitkannya kembali melalui generasi yang baru, kepada mereka yang berhak mewarisinya, jangan biarkan masa-masa itu punah, masa kecil dimana drama kehidupan, materi duniawi, dan percintaan, tidak menentukan kebahagiaan.

Posting Komentar untuk "Nostalgia Masa-Masa Ingusan"